Berapa Konsumsi Listrik Neon Box? Ini Perkiraan Daya Neon Box yang Sering Dipakai Usaha
Banyak yang Mau Pasang Neon Box, Tapi Takut Tagihan Listrik Naik
Ini pertanyaan yang jujur aja sering banget muncul.
Terutama dari pemilik usaha yang baru buka toko.
Sudah semangat bikin branding. Sudah kepikiran papan nama menyala.
Tapi lalu muncul satu pertanyaan klasik:
“Mas, neon box listriknya boros nggak?”
Wajar sih.
Namanya usaha baru, semua masih dihitung.
Sewa tempat jalan.
Belanja stok jalan.
Gaji karyawan mulai jalan.
Jadi tambahan biaya listrik sekecil apa pun biasanya mulai diperhatikan.
Kabar baiknya?
Neon box zaman sekarang jauh lebih hemat dibanding yang banyak orang bayangkan.
Apalagi kalau sudah menggunakan sistem lampu LED seperti neon box yang umum dipakai saat ini.
Dulu Neon Box Memang Boros. Sekarang Sudah Beda Cerita.
Kalau ngomongin neon box zaman dulu, memang agak bikin deg-degan.
Karena masih banyak yang menggunakan lampu TL atau fluorescent.
Nyala terang sih. Tapi listriknya lumayan makan.
Belum lagi panas. Kadang maintenance juga lebih sering.
Nah, sekarang kebanyakan neon box galvanis dan alumunium sudah menggunakan LED module, jadi konsumsi dayanya jauh lebih hemat.
Nyala tetap terang. Tampilan tetap menarik. Tapi nggak bikin meteran listrik lari sprint.

Perkiraan Konsumsi Listrik Neon Box Berdasarkan Ukuran
Nah, ini bagian yang biasanya paling dicari.
Karena ukuran neon box berbeda, konsumsi listriknya tentu ikut berbeda.
Berdasarkan spek neon box galvanis siap pasang yang umum dijual Kurnia Printing menggunakan LED internal, berikut estimasi rata-ratanya:
| Ukuran Neon Box | Perkiraan Daya |
|---|---|
| 30 × 60 cm | ± 10–15 Watt |
| 45 × 60 cm | ± 15–20 Watt |
| 45 × 90 cm | ± 20–30 Watt |
| 60 × 90 cm | ± 30–40 Watt |
| 60 × 120 cm | ± 40–50 Watt |
| 90 × 120 cm | ± 50–70 Watt |
Catatan: angka ini perkiraan rata-rata dan bisa sedikit berbeda tergantung jumlah LED, tingkat terang, dan konfigurasi instalasi.
Kalau dipikir-pikir…
Angka segini sebenarnya kecil.
Bahkan beberapa ukuran neon box konsumsi listriknya mirip lampu rumah biasa.
Simulasi Biaya Listrik Neon Box per Bulan
Biar lebih kebayang, coba kita pakai simulasi sederhana.
Misalnya neon box ukuran 60 × 120 cm dengan konsumsi sekitar 50 Watt.
Lalu dinyalakan:
12 jam per hari
(karena toko biasanya buka siang sampai malam)
Hitungannya kira-kira begini:
50 Watt × 12 jam = 600 Watt per hari
600 Watt × 30 hari = 18.000 Watt
= 18 kWh per bulan
Kalau tarif listrik sekitar Rp1.500 per kWh:
18 × Rp1.500 = sekitar Rp27.000 per bulan
Yup.
Sekitar harga dua gelas kopi kekinian.
Kadang orang membayangkan neon box itu boros banget.
Padahal pas dihitung, ternyata masih cukup masuk akal.
Yang Sering Nggak Disadari Pemilik Usaha
Lucunya, banyak usaha rela bayar listrik AC ratusan ribu.
Tapi masih ragu pasang neon box karena takut listrik mahal.
Padahal kalau dipikir-pikir…
Neon box itu bukan cuma lampu.
Dia juga kerja bantu promosi.
Terutama malam hari.
Pernah nggak lewat jalan lalu baru sadar ada warung makan gara-gara papan namanya nyala?
Atau lihat klinik yang lebih gampang ditemukan karena signage-nya terang?
Nah.
Itu efek yang kadang sulit dihitung pakai angka.
Karena branding juga ikut bekerja.
Neon Box yang Nyala Malam Hari Sering Lebih Menarik Perhatian
Kalau toko buka sampai malam, neon box bisa jadi salah satu “salesman diam-diam.”
Dia nggak ngomong.
Nggak teriak.
Tapi tetap menarik perhatian orang lewat.
Apalagi di area ruko yang papan tokonya berjejer.
Toko tanpa signage menyala kadang malah seperti lagi tutup.
Walaupun sebenarnya buka.
Agak sayang juga kalau sudah bayar sewa tempat tapi toko kurang terlihat.
Neon Box Galvanis atau Alumunium, Mana yang Lebih Boros?
Pertanyaan ini juga sering muncul.
Jawabannya:
hampir sama.
Karena yang paling memengaruhi konsumsi listrik biasanya bukan body neon box-nya.
Tapi jumlah LED dan ukuran papan.
Jadi mau galvanis atau alumunium, selama ukuran dan sistem LED mirip, konsumsi listrik biasanya tidak beda jauh.
Yang membedakan lebih ke:
- tampilan
- ketahanan body
- positioning usaha
- budget branding
Worth It Nggak Pasang Neon Box?
Kalau ditanya jujur?
Untuk banyak jenis usaha, biasanya worth it.
Karena biaya listriknya relatif kecil dibanding fungsi branding yang didapat.
Apalagi kalau usaha Anda berada di:
- pinggir jalan
- ruko
- area ramai
- kawasan kuliner
- pusat bisnis
- lokasi malam hari
Kadang satu customer masuk karena papan nama terlihat jelas saja sudah bisa menutup biaya listrik sebulan.
Kalau sudah begitu, neon box malah terasa seperti investasi branding.
Bukan sekadar pengeluaran.
Neon Box Siap Pasang di Kurnia Printing Bekasi
Kurnia Printing menyediakan neon box galvanis dan alumunium siap pasang dengan berbagai ukuran yang cocok untuk kebutuhan branding usaha.
Tersedia pilihan ukuran sesuai kebutuhan toko, UMKM, restoran, laundry, klinik, coffee shop, dan berbagai jenis usaha lainnya.
Kalau masih bingung menentukan ukuran atau ingin tahu perkiraan konsumsi listrik yang paling cocok untuk usaha Anda, biasanya lebih enak konsultasi dulu daripada beli terlalu besar atau terlalu kecil.
Karena branding yang bagus itu bukan soal paling mahal.
Tapi yang paling pas buat kebutuhan usaha.
📍 Kurnia Printing Bekasi
Jl. Insinyur H. Juanda No. 197, Bulak Kapal, Bekasi Timur
Karena kadang ketakutan terbesar soal listrik itu cuma karena belum pernah dihitung.
Pas dihitung… eh ternyata masih santai. 😄







